Revolusi industri 4.0 dapat memberikan pengaruh terhadap Kepariwisataan, hal ini terlihat dari besarnya pengaruh industri tersebut dalam pertumbuhan ekonomi secara cepat dalam kerangka pertumbuhan investasi seluas mungkin.

Secara specific industry 4.0 akan memberikan peluang kepada para profesional industry untuk menemukan bisnis satu atap yaitu peluang perdagangan dan investasi.Juga dapat dijadikan panduan untuk membuat platform berkelanjutan bagi pemain Industri termasuk dunia pariwisata untuk dapat bertukar informasi dalam membuat Indonesia 4.0 , ide dan pengalaman serta peluang bisnis dan investasi di dunia kepariwisataan.
Industri tersebut juga dapat memberikan kesempatan unik untuk meninjau teknologi inovatif diindustri makro dan manufaktur.

Dilhat dari Pengertian Industri 4.0 bahwa adanya [enggabungan antara teknologi otomatisasi dengan teknologi cyber, yang mencakup cyber-fisik,internet of things,komputasi awan, dan komputasi kognitif.
Tren ini telah menubah banyak bidang kehidupan manusia, termasuk ekonomi, dunia kerja, bahkan gaya hidup manusia itu sendiri.Simgkatnya bahwa dalm konteks dunia kepariwisataan bahwa industry 4.0 ini memberikan tata cara teknologi cerdas yang dapat terhubung dengan berbagai bidang kehidupan manusia seperti pengaruh dan karakteristik dunia kepariwisataan itu sendiri.

Terkhusus di dunia kepariwisataan bahwa Industri 4.0 tersebut dapat dijelaskan bahwa dampak dari revolusi industri 4.0 terhadap pariwisata di Indonesia itu adalah dikarenakan munculnya era tourism 4.0 di Indonesia. Era ini ditandai dengan adanya kemudahan akse satas informasi melalui media digital. Era tourism 4.0 juga menjadi penyebab munculnya fenomena pergeseran budaya siber dan visual padawisatawan Indonesia, khususnya generasi milenial. Menpar meyakini, datangnya Era Creative atau Cultural Industry dalam revolus iindustri 4.0 adalah sebuah keniscayaan yang tidak bisa dihindarkan. Karena cepat atau lambat akan menyisir hampir di seluruh sektor, tak terkecuali pariwisata. “Saat ini pelancong, khususnya millennials 70 persen sudah menikmati manfaat era digital. Mereka melihat destinasi, pesan, dan bayar sudah dalam satu aplikasi di ponsel pintar dengan cepat, murah dan mudah,” kata Menpar Arief Yahya


Sadar akan hal tersebut, Menpar punya cara sendiri untuk menyambut revolusiindustri 4.0 yang serba digital tersebut. Diantaranya adalah dengan menyiapkan platform digital dengan nama New ITX-Indonesia Tourism Exchange. Platform tersebut adalah sebuah etalase produk pariwisata berwujud digital agar UMKM kecil, mikro, dan menengah tetapeksis dengan berjualan paket melalui digital marketplace. “Hal itu sesuai dengan Gerakan Go Digital yang sudah kami sahkan dalam Rakornas di Ancol, Jakarta akhir Februari lalu,” lanjut Menpar Arief. Lebih lanjut, menpar mencontohkan fenomena hadirnya Online Travel Agent (OTA) yang semakin kuat dan jauh meninggalkan bisnis travel agent konvensional. Misalnya Traveloka yang berhasil mencapai predikat unicorn digital company Indonesia. Meskipun begitu, dalam pelaksanaannya bukan tanpa hambatan. Menurut data Kementerian Pariwisata (Kemenpar),masih ada 30 persen insane pariwisata Indonesia yang masih betah menggunakan cara lama. Untuk mengatasinya, Menpar akan melakukan penyuluhan agar para pelaku pariwisata Indonesia seluruhnya sudahmelek digital. “Orang lama akan dibimbing untuk memasuki era baru yang serba digital. Sesuai dengan hasil Rakornas terakhir triwulan I 2019 yang berfokus pada Transforming Tourism Human Resources, Winning The Global Competition in 4.0 Era,” ujar Menpar.
Sebagai informasi, saat ini pemerintah di bawah arahan langsung Presiden Joko Widodo sedang focus dalam pemberdayaan Sumber Daya Manusia (SDM). Pada 2019 ini pun diharapkanmenjaditahunpembangunan SDM Indonesia. Terkait hal itu, Menpar mengakui telah menyiapkan formula khusus untuk pemberdayaan SDM Indonesia untuk sector pariwisata. “Kami akan menyiapkan SDM pariwisata yang siap menghadapi era Digital Tourism 4.0. Proses ini sebenarnya sudah dilakukan sejak 4 tahun silam dari tradisi analog konvensional menuju era digital di semualini,” ungkap Menpar.
Dengan visi inilah Menpar meyakini, Indonesia
akan tangguh dan mampu memenangi persaingan dalam dunia p ariwisata. “Revolusi industry
sudah terasa dan makin terlihat di depan mata. Maka kami harus berlari lebih cepat, melompat lebih tinggi,
agar bisa memenangkan persaingan global,”
Demikian pengaruh yang sangat luar biasa dari Industri 4.0 terhadap
Kepariwisataan secara komprehensif dan sangat kompleks, sehingga kita sebagai
generasi muda Indonesia tidak boleh tertinggal dari pengaruh dan perkembangan Industri
4.0 tersebut, apalagi kita mengenyam pendidikan di Sekolah Tinggi Pariwisata (
STP ).